• Filsafat Partuturan - Habang binsusur martolutolu, Malo martutur padenggan ngolu.
  • Filsafat Partuturan - Habang sihurhur songgop tu bosar, Na so malo martutur ingkon maos hona osar
  • Filsafat Partuturan - Manat mardongan tubu
  • Filsafat Partuturan - Somba marhulahula
  • Filsafat Partuturan - Elek marboru.
  • www.gobatak.com - Boru Batak Kenalkan Budaya Suku Batak Di Negara Perancis Lewat Buku.

Featured articles

Manat Mardongan Tubu. Dongan tubu dalam adat Batak adalah kelompok masyarakat dalam satu rumpun marga. Rumpun marga suku Batak mencapai ratusan marga induk. Silsilah marga-marga Batak hanya diisi oleh satu marga. Nunc Read More ...

1. Somba marhula-hula Hula-hula dalam adat Batak adalah keluarga laki-laki dari pihak istri atau ibu, yang lazim disebut tunggane oleh suami dan tulang oleh anak. Dalam adat Batak yang paternalistik, yang melakukan peminangan adalah pihak lelaki, sehingga apabila perempuan sering datang ke rumah laki-laki yang bukan saudaranya, disebut bagot tumandangi sige, a Read More ...

Elek Marboru Boru ialah kelompok orang dari saudara perempuan kita, dan pihak marga suaminya atau keluarga perempuan dari marga kita. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar istilah elek marboru yang artinya agar saling mengasihi supaya mendapat berkat(pasu-pasu) Read More ...

Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

Sebagai penyumbang kejahatan, sorang bandit, garong, copet, maling, dan sebangsanya memiliki andil besar dalam dunia perekonomian, lihat saja pasar maling, pasar gelap(bukan pasar malam lho) kalo ga ada beliau-beliau ini mana mungkin ekonomi akan berjalan dengan lancar di sana. Penjahat juga agak mirip seperti penjahit pada waktu mendekati tahun ajaran baru atau pas mendekati lebaran, seorang penjahit pada waktu-waktu seperti ini sedang ramai nerima orderan jahitan, dan penjahat juga ramai orderan malingan pas orang-orang yang menjahitkan pakaian pada pulang kampung atau pergi liburan dan rumah ditinggal kosong. Beginilah catatan harian penjahat(kayaknya).

Kembali ke topik sesungguhnya, di belahan dunia ini pasti ada penjahat yang kemampuannya menonjol(sekolah aja ada yang jenius ada yang nggak), sebagai contoh, barang yang dicuri ga cuman jemuran, tapi pabriknya jemuran, hhi... Kemampuan menonjol dalam dunia kepenjahatan ini akan menempatkan seseorang ke dalam TOP-10 penjahat dunia seperti berikut ini, yang tentunya tak patut untuk dicontoh dan ditiru, Don't Try This Anywhere!!!!:
1. The 'Barefoot Bandit'
the barefoot bandit
Baginya, dunia adalah tempat bermain. Dua tahun lebih Colton Harris-Moore menjadi buronan, dia diduga telah mencuri 5 pesawat, beberapa mobil dan perahu yacht senilai $450,000,serta uang tunai di sejumlah rumah dan tempat bisnis. Satu-satunya benda yang tidak berhasil dia curi adalah SEPATU. The "Barefoot Bandit" atau penjahat telanjang kaki/nyeker adalah julukannya sampai akhir penangkapannya. Pihak berwenang membawanya dengan borgol kaki membelenggu kakinya yang tanpa alas kaki, pada 11 juli 2010 setelah melakukan pengejaran dengan perahu berkecepatan tinggi.
Harris-Moore telah buron sejak tahun 2008, semenjak dia berhasil lepas dari pengejaran polisi di rumah singgahnya di Washington . Sejak itu, dia dituduh atas lebih dari 100 perampokan. Pada pelariannya yang terakhir dia mengatakan telah terbang dari Indiana ke Bahama, dan selama ini telah menerbangkan pesawat sejauh 1000 mile atau sekitar 1.609.344 kilometer padahal dia tidak pernah menerima pendidikan penerbangan. Dia mengaku belajar menerbangkan pesawat dari internet dan buku manual penerbangan. Yang mengherankan adalah, dia masih berumur 19 tahun. Atas tuduhan pencurian property dan masuk secara ilegal ke negara Bahama, kemungkinan dia akan diekstradisi ke Amerika Serikat dan menghadapi hukuman 15 tahun penjara.
2. Jesse James (Jesse Woodson James)
Jesse James
Penjahat Kelahiran Missouri ini adalah seorang prajutit gerilya konfederasi di selatan pada masa Civil War/Perang Saudara Amerika. Dia juga dikenal sebagai perampok, pernah terlibat dalam penjarahan kereta pada tahun 1864, dan pembunuhan 22 dari 23 tentara AS tak bersenjata di atas kapal danscalping(dikuliti kulit kepalanya, biasa dilakukan oleh orang Indian) pada beberapa korbannya. Setelah perang berakhir, dia dan saudaranya mengembara tanpa tujuan yang jelas. Pada tahun 1881 Gubernur Missouri, Thomas T. Crittenden menawarkan hadiah sebesar $ 10.000 untuk menangkap mereka, hidup atau mati. Tak lama kemudian, Robert Ford, seorang anggota geng, menembak dan membunuh Jesse dan mengklaim hadiah.

Jesse dibunuh oleh
Robert Newton Ford yang sebenarnya adalah anggota kelompoknya, Geng James-Younger. Pada tanggal 3 April 1892, setelah sarapan, Robert Ford, Charley Ford dan Jesse James siap berangkat untuk memulai merampok lagi, keluar masuk rumah untuk menyiapkan kuda. Hari itu sebenarnya panas; James melucuti mantelnya, dan mengatakan bahwa ia harus meninggalkan senjatanya, agar tak mencurigakan. James teringat pada gambar berdebu di dinding dan berdiri dari kursi untuk membersihkannya. Robert Ford mengambil kesempatan, dan menembak kepala James dari belakang.

Jesse sering disebut-sebut sebagai
"Robin Hood Liar dari Barat", namun tak ada bukti ia pernah membagi hasil rampokannya dari jarahannya kepada mereka yang membutuhkan. Tulisan di atas nisan Jesse James, ditulis oleh ibunya, terbaca: In Loving Memory of my Beloved Son, Murdered by a Traitor and Coward Whose Name is not Worthy to Appear Here (Dalam Kenangan Manis Bersama Putraku Tercinta, Dibunuh oleh Seorang Pengkhianat dan Pengecut yang Namanya Tak Berharga untuk Muncul di Sini).
Sampai hari ini Jesse James tetap menjadi pahlawan bagi banyak orang karena ia tak mau mundur dan setia di pihak Selatan. Kisah hidupnya juga telah diangkat ke sebuah film.

3. Billy the Kid

billy the kid

Seperti kebanyakan legenda barat, yang banyak diketahui dari Billy the Kid adalah berdasarkan cerita masa lalu, siapa sih yang ga tau pria legendaris ini?. Dia mungkin dilahirkan antara tahun 1859 dan 1861 dan bernama William Henry McCarty. Sejak kecil, hidupnya banyak berpindah-pindah, dari New York ke Indiana, ke Kansas, ke Colorado, dan ke New Mexico. Meskipun kejahatannya dimulai dari kejahatan kecil -dia pertama kali ditangkap pada 23 September 1875, atas pencurian keranjang cucian- dan setelah itu kejahatannya terus berlanjut. Dia adalah seorang pencuri kuda di Arizona, dan pencuri ternak di New Mexico. Penjahat kurus dan bergigi maju/berantakan(bisa dilihat di film konyol Lucky Luke) ini menghabiskan kehidupan singkatnya dengan melarikan diri, mencuri, berjudi, dan membunuh. Menurut laporan dia telah membunuh lebih dari 20 orang.

Pada bulan April 1881, Kid dihukum gantung karena pembunuhan Sherrif, namun dia berhasil kabur dari penjara dengan membunuh 2 deputi. Tetapi kebebasannya tidak berlangsung lama, dua bulan kemudian, Sherrif Pat Garret berhasil mengadilinya, dengan menembaknya mati pada 14 juli 1881(kemaren duluuuuuuu).

4. Salvatore Giuliano

salvatore giuliano

Disebut sebagai Robin Hood dari Sisilia, Salvatore Guiliano menjadi penjahat paling terkenal pada sejarah Italia karena keangkuhannya, kedermawanannya(agak bertolak belakang), dan ketajamannya sebagai seorang separatis. Giuliano yang dikenal gagah dan tampan memimpin sekelompok pasukan yang dilaporkan sebanyak 600 orang dalam perampokan tuan tanah kaya yang hasilnya diberikan kepada orang miskin, dan kemudian menghilang di gunung. Mereka membunuh lebih dari 100 petugas polisi dan 40 warga sipil serta mengumpulkan uang sebanyak 1 juta dollar dari penculikan. Ketika namanya tertulis di Headline sebuah surat kabar, dia menulis surat kepada surat kabar tersebut untuk menantang pemerintah bertarung sampai mati, dan mengumumkan perang di Italia. Pada tahun 1949, satuan tugas berjumlah 2000 orang menyerbu Sisilia, mencari penjahat yang sukar dipahami ini, akhirnya senapan mesin menambakinya dari jarak dekat pada tahun 1950. Setelah kematiannya, majalah TIME menulis bahwa selama 7 tahun, Giuliano telah menjadi raja penjahat di negara yang di mana seorang penjahat dipandang sebagai seorang raja.

5. Ned Kelly

ned kelly execution

ned kelly Penjahat legendaris sekaligus pahlawan rakyat, Ned Kelly mengingatkan kembali pada Australia di abad ke-19, pada saat terjadinya perburuan buronan terbesar di negara ini. Setelah membunuh 3 petugas polisi di Voctoria, Kelly dan kelompoknya lari sebagai buronan. Mereka merampok bank, membakar seluruh surat gadai di kota, dan mempengaruhi orang Australia keturunan Irlandia untuk berbalik melawan pemerintah. Pada pertarungan senjata api terakhir mereka melawan polisi, anggota geng Kelly mengenakan baju zirah yang terbuat dari mata bajak, bertarung dengan berdiri tegak dan peluru hanya terpental ketika mengenai mereka. Kelly tertembak pada kakinya dan kemudian tertangkap, pada akhirnya dia dihukum gantung di Melbourne pada tahun 1880. Tapi legendanya tidak berakhir di Australia. Mick Jagger memainkan tokoh Kelly dalam sebuah film biografi pada tahun 1970 yang ditulis oleh Shel Silverstein dan Kris Kristofferson. Legenda musik Country Johnny Cash dan Waylon Jennings juga menulis lagu tentang geng Kelly. Dan di tahun 2003, Heath Ledger memerankan penjahat ini di sebuah film.

6. Claude Du Val

claude duval

Perampok berkebangsaan Perancis abad ke-17 ini terkenal karena menentang norma-norma pencuri bersenjata jalanan dengan tidak melakukan kekerasan selama melakukan aksinya. Dia merampok dengan menggunakan pesonanya. Legenda mengetakan bahwa Du val adalah seseorang yang sedikit modis, dengan penampilannya yang berbeda dengan perampok lainnya, yang kebanyakan kotor dan serakah. Dia digambarkan sebagai seseorang yang gagah, cerdas, dan tampan, begitu banyak gambaran yang terdapat pada dirinya sehingga setidaknya bisa digambarkan melalui lukisan di samping ini. Dia setuju dengan hanya mencuri setengah dari harta seorang pengembara bila istrinya mau menari dengannya. Setelah 10 tahun menjadi buronan pihak berwenang, buronan kelahiran Normandia ini akhirnya tertangkap oleh polisi dan dihukum gantung. Banyak wanita berbondong-bondong untuk membangunkannya di tiang gantungan, berlomba-lomba hanya untuk menyentuh badannya. (Kalo lahir di zaman ini pasti dah jadi model-foto, hha)

7.Bonnie and Clyde

bonnie and Clide

Bonnie Parker(perempuan) dan Clyde Barrow(laki-laki), adalah panjahat berpenampilan menarik yang sangat saling mencintai, tindakan perampokan mereka kecil tetapi brutal, -mereka tidak segan untuk membunuh siapapun yang menghalangi mereka-. Pada bulan Januari tahun 1934, mereka mengatur sebuah pelarian diri dari penjara di Texas yang berakhir pada terbunuhnya 2 penjaga. 3 bulan kemudian mereka membunuh 2 perwira polisi dan seorang perwira polisi senior, serta menculik seorang kepala polisi. Patroli jalan raya Texas mengumumkan sebuah pengejaran resmi, dan ini hanyalah masalah waktu sebelum mereka berhasil ditangkap. Pada 23 Mei 1934, polisi menyergap mobil mereka di luar Gibsland, LA. Mereka kalah oleh terjangan hujan peluru dari polisi, kejahatan mereka merampok SPBU, retoran, dan bank selama 21 bulan berakhir sudah.

Pasangan penjahat ini tidak pernah menikah, dan Bonnie tidak memiliki catatan sebagai seorang penjahat sebelumnya sebelum bertemu dengan Clyde yang mantan Napi. Para ahli sejarah percaya bahwa Bonnie bertindak jahat karena dia sangat mencintai Clyde. Beberapa foto mereka berdua tampak mereka sedang berpelukan dengan mesra. Cerita cinta dan kejahatan mereka telah diangkat kedalam sebuah film.(bener-bener romantis lah, Romeo n' Juliet kalah)

8. Dick Turpin

dick turpin

Seringkali secara tidak adil dibandingkan dengan pendahulunya Claude Du Val, perampok berkebangsaan Inggris Dick Turpin dianggap tidak ada apa-apanya dibanding rekannya di Perancis yang ramah dan sopan. Faktanya penjahat yang pada awalnya mengikuti jejak ayahnya menjadi tukang daging namun kemudian pada awal 1730an bergabung dengan geng rusa pencuri ini menjelajahi Inggris pada abad ke-18, dengan kejam meneror penghuni wanita di rumah peternakan yang terpencil dan merampas barang berharga mereka. Beberapa penelitian dan buku-buku telah digunakan untuk menyangkal bila Turpin sama romantisnya dengan Du Val, dengan menjelaskan bahwa Turpin mampu melakukan tindakan kekarasan yang extrim dan menghabiskan banyak waktunya dengan menjadi pemerkosa dan pembunuh. Pada akhirnya, dia dipenjarakan atas perbuatannya mencuri kuda, dan dihukum gantung pada tahun 1739 -Tapi tidak sebelum dia berkendara melewati jalan di York, di dalam sebuah kereta kuda terbuka, memberikan salam agar banyak orang berkumpul sebelum eksekusinya.

9. Butch Cassidy

butch cassidy

Butch Cassidy memiliki keahlian khusus dalam bidang perkereta apian. Antara tahun 1896 dan awal tahun 1900an, dia bersama 8 anggota lainnya yang menamakan diri sebagai geng "Wild Bunch", merampok lusinan kereta termasuk pada 2 Juni 1899, perampokan ribuan dollar dari kereta pengiriman uang Union Pacific. Sebagai buronan paling dicari pada masanya, Cassidy yang bernama asli Robert LeRoy Parker melarikan diri ke Amerika Selatan bersama temannya Sundance Kid. Mereka berdua akhirnya tewas dalam tembak-tembakan di Bolivia pada tahun 1909, namun ternyata banyak versi mengenai akhir petualangannya, ada yang mengatakan dia tewas dalam tembak-tembakan di Uruguay, namun masih samar mana yang benar. Versi lainnya menyatakan mereka melarikan diri ke Alaska (atau mungkin Nevada atau Wyoming) dan hidup damai dalam ketidak jelasan hingga 1930an. Cerita versi Bolivia sepertinya yang paling akurat; menurut beberapa badan detektif dari Pinkerton, yang bertugas melacak keberadaan Cassidy, menyatakan bahwa dia tewas di Bolivia.

10. Vincenzo Peruggia

vincenzo perugia

Berhasil melakukan pencurian benda seni terbesar sepanjang sejarah, Vincenco Peruggia tidak membutuhkan peralatan berteknologi tinggi, dia hanya membutuhkan kesabaran, waktu dan beberapa polisi yang sedang tidak berada di tempatnya. Pada tahun 1911, Peruggia bersembunyi sepanjang malam di Museum Louvre di Paris, dan ketika museum ditutup, dia melepas lukisan Mona Lisa dari dinding dan kemudian menyembunyikannya di balik bajunya. Untuk kabur, dia hanya berjalan melewati pos penjaga yang sedang tanpa penjagaan, kemudian menyembunyikan lukisan itu di apartemennya. Polisi menginterogasi Peruggia dan percaya terhadap alibinya bahwa dia sedang bekerja di tempat lain ketika lukisan hilang.
Setelah menyimpan lukisannya di dalam peti selama 2 tahun, Peruggia membawa Mona Lisa ke Italia. Ketika dia mencoba untuk menjualnya kepada seorang pemilik galeri bernama Alfredo Geri, dia tertangkap. Setelah itu Mona Lisa dipamerkan di seluruh Italia, dan dikembalikan ke Museum Louvre pada tahun 1913. Peruggia yang mengatakn mencuri lukisan atas dasar patriotis untuk mengembalikan lukisan tersebut ke Italia, akhirnya dipenjara selama 6 bulan. Setelah bebas dia bergabung dengan tentara Italia dan ikut berperang dalam Perang Dunia 1. Dia menikah, kemudian kembali ke Perancis dan membuka sebuah toko lukisan. Dia meninggal pada 2 September 1947 di kota Annemasse, Perancis.

Yah, yang namanya penjahat memang kebanyakan berakhir dengan peluru dari pak polisi seperti Billy the Kid, Salvatore Giuliano, Ned Kelly, Bonnie&Clyde, dan Butch Cassidy, atau peluru temannya seperti pak Jesse James, dan juga tiang gantungan seperti Claude Du Val dan Dick Turpin. Tapi masih ada juga yang bernasib agak mujur seperti Colton Harris-Moore dan pak Vincenzo Peruggia yang hanya dipenjara, karena murni pencurian dan ga disertai dengan pembunuhan(maling sejati).

Daftar penjahat-penjahat di atas cuman skala Eropa dan Amerika dari zaman dahulu sampai sekarang yang tercatat karena kejeniusan, kesadisan, dan keunikan penjahat tersebut, mungkin di belahan dunia lain masih ada banyak lagi yang lainnya. Alhamdulillahnya Indonesia ga masuk dalam list, berarti orang Indonesia masih banyak yang baik-baik, karena ya menurut suatu fakta/survey bahwa satu dari 32 orang di Amerika itu dipenjara, bebas bersyarat, atau dalam masa pecobaan. Jadi ya tingkat kejahatan di sana tinggi.

Kejahatan tetaplah kejahatan, ga ada baiknya walaupun kayak Robin Hood sekalipun, karena mencuri itu haram(selain judi). Kejahatan bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan dapat menimpa kepada siapa saja, jadi waspada saja dan berdoa tentunya.

TAMBAHAN:
GAYUS TAMBUNAN
Suap Gayus Juga Merupakan Kejahatan Negara
PADA umumnya orang beranggapan suatu kejahatan korupsi merupakan kejahatan yang merugikan keuangan negara. Hal itu karena beberapa pasal tindak pidana korupsi dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UUTPK) merumuskan adanya unsur 'merugian keuangan negara'. Tetapi, untuk kejahatan suap-menyuap tidak ada kaitannya dengan kerugian uang negara, meskipun perbuatan tersebut dikualifikasikan sebagai kejahatan korupsi.

Al Capone
Alphonse Gabriel “Al” Capone (17 Januari 1899 – 25 Januari 1947) adalah seorang gangster Amerika yang memimpin sebuah sindikat kejahatan yang didedikasikan untuk penyelundupan dan pembuatan minuman keras dan aktifitas ilegal lainnya selama Era Prohibition tahun 1920-an dan 1930-an. Lahir di Brooklyn untuk Southwestern imigran Italia Gabriele dan Teresina Capone, Capone memulai karirnya di Brooklyn sebelum pindah ke Chicago dan menjadi bos organisasi kriminal yang dikenal sebagai Chicago Outfit- meskipun dikartu namanya dikenal sebagai agen furnitur bekas . Meskipun ia tidak pernah berhasil dihukum karena tuduhan pemerasan, karier kriminal Capone berakhir pada 1931, ketika ia didakwa dan dihukum oleh pemerintah federal karena penggelapan pajak penghasilan.

Jack The Ripper
Jack the ripper (Jack sang pencabik) adalah julukan untuk tokoh misterius yang melakukan serangkaian pembunuhan berantai dan mutilasi di inggris pada abad 19.
Pada 31 agustus 1888 lewat tengah malam, di distrik east end di kota london, inggris yang dikenal dengan nama whitechapel (daerah lampu merah di london) pernah dihebohkan dengan aksi pembunuhan berantai sadis terhadap sejumlah wanita tuna susila. Identitas pelaku pembunuhan hingga kini tidak berhasil diungkap. Polisi hanya tahu bahwa sang pembunuh menjuluki dirinya "jack the ripper".
Jack the ripper tidak meninggalkan bukti satu pun dalam tindakan kriminalnya, pola pembunuhannya pun tidak diketahui, bahkan bisa dibilang acak. Satu-satunya persamaan antara korban-korbannya ialah bahwa mereka adalah wanita tuna susila.
Jack the ripper membunuh korban-korbannya tanpa ampun. Setelah memotong leher korbannya, kemudian jack the ripper memutilasi mereka. Bagaikan bayangan di malam hari, tidak ada seorangpun yang dapat menguak siapakah jack the ripper sebenarnya. Walaupun jack the ripper "hanya" beraksi lebih kurang satu tahun, korbannya sangat banyak dan telah menjadi legenda sampai sekarang.
Ada juga dugaan kalau pelaku adalah seorang dokter atau setidaknya orang yang mempunyai latar belakang pendidikan kedokteran spesialisasi di bidang operasi bedah karena sayatan-sayatan di tubuh korbannya sangat rapi yang hanya bisa dilakukan menggunakan alat-alat operasi kedokteran yang membutuhkan keahlian khusus.
Identitas jack the ripper sampai hari ini masih merupakan misteri; para spekulan memprediksi bahwa jack the ripper telah menyebrangi laut atlantik dan bermukim di as setelah pembunuhan-pembunuhan tersebut.
Sumber

By Curt Middleton

Whatever happened to celebrating “Independence Day?” As Americans, we have an oh so great power and
prowess to water-down holidays. Look what we’ve done to Thanksgiving, Christmas and Easter. The big three
are usually represented by a turkey, a fat guy in a red suit and a rabbit.
In the world of our today, when school children are asked what is the importance of Independence Day, the
frst hint that must be given is, “You know - the Fourth of July.”
The most frequent response given is “We shoot off freworks.”
In 1946, John F. Kennedy, then a candidate for Congress, uttered these words in an Independence Day
speech: “A nation’s character, like that of an individual, is elusive. It is produced partly by things we have done
and partly by what has been done to us. It is the result of physical factors, intellectual factors, spiritual factors. It
is well for us to consider our American character, for in peace, as in war, we will survive or fail according to its
measure.”
Kennedy broke the American character down into four elements - Religious, Idealistic, Patriotic and Indi-
vidualistic.
Yes, we stage patriotic parades, get together with loved ones and say a prayer in remembrance for those pay-
ing that ultimate sacrifce and tout loudly, fervently, and sometimes quite angrily that “freedom isn’t free.”
Don’t get me wrong. I love a good party. I love a great party better. But, I do hope all Americans can take
the time to refect upon ALL the meanings celebrated on Independence Day.
As for Kennedy’s description of the American character, we remain a people “...Inspired by a deeply reli-
gious sense, this country, which has ever been devoted to the dignity of man, which has ever fostered the growth
of the human spirit, has always met and hurled back the challenge of those deathly philosophies of hate and
despair. We have defeated them in the past; we will always defeat them.”
Kennedy, more than 60 years ago, said of American idealism:
“Our American idealism fnds itself faced by the old-world doctrine of power politics. It is meeting with
successive rebuffs, and all this may result in a new and even more bitter disillusionment, in another ignominious
retreat from our world destiny.
“But, if we remain faithful to the American tradition, our idealism will be a steadfast thing, a constant fame,
a torch held aloft for the guidance of other nations.
“It will take great faith.
“Our idealism, the second element of the American character, is being severely tested. Now, only time will
tell whether this element of the American character will be true to its historic tradition.”
This county was founded upon lofty ideals like “all men are created equal”...”pursuit of life, liberty and hap-
piness”...
American ideals sent us out into the world to help our neighbors in two world wars. American ideals, be-
lieved by many or not, led us to two Asian continent wars.
American ideals have led us to the Middle East.
Kennedy said of American patriotism:
“Wherever freedom has been in danger, Americans with a deep sense of patriotism have ever been willing to
stand at Armageddon and strike a blow for liberty and the Lord.”
His ending element attributed to American character is that of individualism wherein Kennedy said:
“Conceived in Grecian thought, strengthened by Christian morality, and stamped indelibly into American
political philosophy, the right of the individual against the State is the keystone of our Constitution. Each man is
free.
“He is free in thought.“He is free in expression.
“He is free in worship.”
Our nation is not our government.
It is not the men and women we elect to rule.
Our nation is not the measure of corporate wealth or material gain.
Our nation is a people and the best representation of our nation are the men and women who, like their fa-
thers and mothers before them, answer the call to arms regardless of its origin, purpose or place.
Now, once again, on this most probable holy of all American holidays, the blood of another generation
drains on foreign soil.
For or against - it doesn’t matter.
Salute not the cause, but the banner bearer.
Support not the policy, but rather the policeman.
And, Kennedy prophetically enough, uttered these speech-ending words on that long ago Independence
Day:
“We cannot assume that the struggle is ended. It is never-ending. Eternal vigilance is the price of liberty. It
was the price yesterday. It is the price today, and it will ever be the price.
“The characteristics of the American people have ever been a deep sense of religion, a deep sense of ideal-
ism, a deep sense of patriotism, and a deep sense of individualism.
“Let us not blink the fact that the days which lie ahead of us are bitter ones.
“May God grant that, at some distant date, on this day, and on this platform, the orator may be able to say
that these are still the great qualities of the American character and that they have prevailed.”


Sebagian orang yang pernah mendengar "teori evolusi" atau "Darwinisme" mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikit pun terhadap kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia. Filsafat tersebut adalah "materialisme", yang mengandung sejumlah pemikiran penuh kepalsuan tentang mengapa dan bagaimana manusia muncul di muka bumi. Materialisme mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah esensi dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun tak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha Pencipta.


Di abad ke-20, teori evolusi telah terbantahkan tidak hanya oleh ilmu biologi molekuler, tapi juga oleh paleontologi, yakni ilmu tentang fosil. Tidak ada sisa fosil yang mendukung evolusi yang pernah ditemukan dalam penggalian yang dilakukan di seluruh penjuru dunia


Fosil adalah sisa jasad makhluk hidup yang pernah hidup di masa lampau. Bentuk dan susunan kerangka makhluk hidup, yang tubuhnya segera terlindungi dari sentuhan udara, dapat terawetkan secara utuh. Sisa kerangka ini memberi kita keterangan tentang sejarah kehidupan di bumi. Jadi, catatan fosil lah yang memberikan jawaban ilmiah terhadap pertanyaan seputar asal usul makhluk hidup.

PENDAPAT DARWIN

Teori evolusi menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang beraneka ragam berasal dari satu nenek moyang yang sama. Menurut teori ini, kemunculan makhluk hidup yang begitu beragam terjadi melalui variasi-variasi kecil dan bertahap dalam rentang waktu yang sangat lama. Teori ini menyatakan bahwa awalnya makhluk hidup bersel satu terbentuk. Selama ratusan juta tahun kemudian, makhluk bersel satu ini berubah menjadi ikan dan hewan invertebrata (tak bertulang belakang) yang hidup di laut. Ikan-ikan ini kemudian diduga muncul ke daratan dan berubah menjadi reptil. Dongeng ini pun terus berlanjut, dan seterusnya sampai pada pernyataan bahwa burung dan mamalia berevolusi dari reptil.

Seandainya pendapat ini benar, mestinya terdapat sejumlah besar “spesies peralihan” (juga disebut sebagai spesies antara, atau spesies mata rantai) yang menghubungkan satu spesies dengan spesies yang lain yang menjadi nenek moyangnya. Misalnya, jika reptil benar-benar telah berevolusi menjadi burung, maka makhluk separuh-burung separuh-reptil dengan jumlah berlimpah mestinya pernah hidup di masa lalu. Di samping itu, makhluk peralihan ini mestinya memiliki organ dengan bentuk yang belum sempurna atau tidak lengkap. Darwin menamakan makhluk dugaan ini sebagai “bentuk-bentuk peralihan antara”.

Skenario evolusi juga mengatakan bahwa ikan, yang berevolusi dari invertebrata, di kemudian hari merubah diri mereka sendiri menjadi amfibi yang dapat hidup di darat. (Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan di air, seperti katak). Tapi, sebagaimana yang ada dalam benak Anda, skenario ini pun tidak memiliki bukti. Tak satu fosil pun yang menunjukkan makhluk separuh ikan separuh amfibi pernah ada.

Dia saat mengemukakan teori ini, ia tidak dapat menunjukkan bukti-bukti fosil bentuk peralihan ini. Dengan kata lain, Darwin sekedar menyampaikan dugaan yang tanpa disertai bukti.

COELACANTH TERNYATA MASIH HIDUP

Hingga 70 tahun yang lalu, evolusionis mempunyai fosil ikan yang mereka yakini sebagai "nenek moyang hewan-hewan darat". Namun, perkembangan ilmu pengetahuan meruntuhkan seluruh pernyataan evolusionis tentang ikan ini. Ketiadaan fosil bentuk peralihan antara ikan dan amfibi adalah fakta yang juga diakui oleh para evolusionis hingga kini. Namun, sampai sekitar 70 tahun yang lalu, fosil ikan yang disebut coelacanth diterima sebagai bentuk peralihan antara ikan dan hewan darat. Evolusionis menyatakan bahwa coelacanth, yang diperkirakan berumur 410 juta tahun, adalah bentuk peralihan yang memiliki paru-paru primitif, otak yang telah berkembang, sistem pencernaan dan peredaran darah yang siap untuk berfungsi di darat, dan bahkan mekanisme berjalan yang primitif. Penafsiran evolusi ini diterima sebagai kebenaran yang tak perlu diperdebatkan lagi di dunia ilmiah hingga akhir tahun 1930-an.


Namun, pada tanggal 22 Desember 1938, penemuan yang sangat menarik terjadi di Samudra Hindia. Seekor ikan dari famili coelacanth, yang sebelumnya diajukan sebagai bentuk peralihan yang telah punah 70 juta tahun yang lalu, berhasil ditangkap hidup-hidup! Tak diragukan lagi, penemuan ikan coelacanth "hidup" ini memberikan pukulan hebat bagi para evolusionis. Ahli paleontologi evolusionis, J. L. B. Smith, mengatakan ia tidak akan terkejut lagi jika bertemu dengan seekor dinosaurus yang masih hidup. (Jean-Jacques Hublin, The Hamlyn Encyclopædia of Prehistoric Animals, New York: The Hamlyn Publishing Group Ltd., 1984, hal. 120). Pada tahun-tahun berikutnya, 200 ekor coelacanth berhasil ditangkap di berbagai tempat berbeda di seluruh dunia.



BERAKHIRNYA SEBUAH MITOS
Coelacanth ternyata masih hidup! Tim yang menangkap coelacanth hidup pertama di Samudra Hindia pada tanggal 22 Desember 1938 terlihat di sini bersama ikan tersebu


Keberadaan coelacanth yang masih hidup mengungkapkan sejauh mana evolusionis dapat mengarang skenario khayalan mereka. Bertentangan dengan pernyataan mereka, coelacanth ternyata tidak memiliki paru-paru primitif dan tidak pula otak yang besar. Organ yang dianggap oleh peneliti evolusionis sebagai paru-paru primitif ternyata hanyalah kantung lemak. (Jacques Millot, "The Coelacanth", Scientific American, Vol 193, December 1955, hal. 39). Terlebih lagi, coelacanth, yang dikatakan sebagai "calon reptil yang sedang bersiap meninggalkan lautan untuk menuju daratan", pada kenyataannya adalah ikan yang hidup di dasar samudra dan tidak pernah mendekati rentang kedalaman 180 meter dari permukaan laut. (Bilim ve Teknik (Science and Technology), November 1998, No. 372, hal. 21).
MANUSIA BERAHANG KERA
Tengkorak Manusia Piltdown dikemukakan kepada dunia selama lebih dari 40 tahun sebagai bukti terpenting terjadinya "evolusi manusia". Akan tetapi, tengkorak ini ternyata hanyalah sebuah kebohongan ilmiah terbesar dalam sejarah.


Rekonstruksi tengkorak manusia Piltdown yang pernah
diperlihatkan di berbagai museum
Pada tahun 1912, seorang dokter terkenal yang juga ilmuwan paleoantropologi amatir, Charles Dawson, menyatakan dirinya telah menemukan satu tulang rahang dan satu fragmen tengkorak dalam sebuah lubang di Piltdown, Inggris. Meskipun tulang rahangnya lebih menyerupai kera, gigi dan tengkoraknya menyerupai manusia. Spesimen ini diberi nama "Manusia Piltdwon". Fosil ini diyakini berumur 500.000 tahun, dan dipamerkan di berbagai museum sebagai bukti nyata evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun, banyak artikel ilmiah telah ditulis tentang "Manusia Piltdown", sejumlah besar penafsiran dan gambar telah dibuat, dan fosil ini diperlihatkan sebagai bukti penting evolusi manusia. Tidak kurang dari 500 tesis doktoral telah ditulis tentang masalah ini. (Malcolm Muggeridge, The End of Christendom, Grand Rapids, Eerdmans, 1980, hal. 59.)
Pada tahun 1949, Kenneth Oakley dari departemen paleontologi British Museum mencoba melakukan "uji fluorin", sebuah cara uji baru untuk menentukan umur sejumlah fosil kuno. Pengujian dilakukan pada fosil Manusia Piltdown. Hasilnya sungguh mengejutkan. Selama pengujian, diketahui ternyata tulang rahang Manusia Piltdown tidak mengandung fluorin sedikit pun. Ini menunjukkan tulang tersebut telah terkubur tak lebih dari beberapa tahun yang lalu. Sedangkan tengkoraknya, yang mengandung sejumlah kecil fluorin, menunjukkan umurnya hanya beberapa ribu tahun.
Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa Manusia Piltdown merupakan penipuan ilmiah terbesar dalam sejarah. Ini adalah tengkorak buatan; tempurungnya berasal dari seorang lelaki yang hidup 500 tahun yang lalu, dan tulang rahangnya adalah milik seekor kera yang belum lama mati! Kemudian gigi-giginya disusun dengan rapi dan ditambahkan pada rahang tersebut, dan persendi-annya diisi agar menyerupai pada manusia. Kemudian seluruh bagian ini diwarnai dengan potasium dikromat untuk memberinya penampakan kuno.
Le Gros Clark, salah seorang anggota tim yang mengungkap pemalsuan ini, tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya dan mengatakan: "bukti-bukti abrasi tiruan segera tampak di depan mata. Ini terlihat sangat jelas sehingga perlu dipertanyakan - bagaimana hal ini dapat luput dari penglihatan sebelumnya?" (Stephen Jay Gould, "Smith Woodward's Folly", New Scientist, 5 April 1979, hal. 44) Ketika kenyataan ini terungkap, "Manusia Piltdown" dengan segera dikeluarkan dari British Museum yang telah memamerkannya selama lebih dari 40 tahun.


Manusia Piltdown merupakan pemalsuan yang dilakukan dengan merekatkan rahang kera pada tengkorak manusia
Skandal Piltdown dengan jelas memperlihat-kan bahwa tidak ada yang dapat menghentikan para evolusionis dalam rangka membuktikan teori-teori mereka. Bahkan, skandal ini menunjukkan para evolusionis tidak memiliki penemuan apa pun yang mendukung teori mereka. Karena mereka tidak memiliki bukti apa pun, mereka memilih untuk membuatnya sendiri.
KEKELIRUAN PEMIKIRAN TENTANG REKAPITULASI
Teori Haeckel ini menganggap bahwa embrio hidup mengalami ulangan proses evolusi seperti yang dialami moyang-palsunya. Haeckel berteori bahwa selama perkembangan di dalam rahim ibunya, embrio manusia kali pertama memperlihatkan sifat-sifat seekor ikan, lalu reptil, dan akhirnya manusia.
Sejak itu telah dibuktikan bahwa teori ini sepenuhnya omong kosong. Kini telah diketahui bahwa “insang-insang” yang disangka muncul pada tahap-tahap awal embrio manusia ternyata adalah taraf-taraf awal saluran telinga dalam, kelenjar paratiroid, dan kelenjar gondok. Bagian embrio yang diserupakan dengan “kantung kuning telur” ternyata kantung yang menghasilkan darah bagi si janin. Bagian yang dikenali sebagai “ekor” oleh Haeckel dan para pengikutnya sebenarnya tulang belakang, yang mirip ekor hanya karena tumbuh mendahului kaki.
Inilah fakta-fakta yang diterima luas di dunia lmiah, dan bahkan telah diterima oleh para evolusionis sendiri. Dua pemimpin neo-Darwinis, George Gaylord Simpson dan W. Beck telah mengakui:
Haeckel keliru menyatakan azas evolusi yang terlibat. Kini telah benar-benar diyakini bahwa ontogeni tidak mengulangi filogeni

Segi menarik lain dari “rekapitulasi” adalah Ernst Haeckel sendiri, seorang pemalsu yang mereka-reka gambar-gambar demi mendukung teori yang diajukannya. Pemalsuan Haeckel bermaksud menunjukkan bahwa embrio-embrio ikan dan manusia mirip satu sama lain.



Pada terbitan 5 September 1997 majalah ilmiah Science, sebuah artikel diterbitkan yang mengungkapkan bahwa gambar-gambar embrio Haeckel adalah karya penipuan. Artikel berjudul “Haeckel’s Embryos: Fraud Rediscovered” (Embrio-embrio Haeckel: Mengungkap Ulang Sebuah Penipuan) ini mengatakan:

Kesan yang dipancarkan [gambar-gambar Haeckel] itu, bahwa embrio-embrio persis serupa, adalah keliru, kata Michael Richardson, seorang ahli embriologi pada St. George’s Hospital Medical School di London… Maka, ia dan para sejawatnya melakukan penelitian perbandingan, memeriksa kembali dan memfoto embrio-embrio yang secara kasar sepadan spesies dan umurnya dengan yang dilukis Haeckel. Sim salabim dan perhatikan! Embrio-embrio “sering dengan mengejutkan tampak berbeda,” lapor Richardson dalam Anatomy and Embryology terbitan Agustus [1997].

Pada terbitan 5 September 1997, majalah terkemuka Science menyajikan sebuah artikel yang menyingkapkan bahwa gambar-gambar embrio milik Haeckel telah dipalsukan. Artikel ini menggambarkan bagaimana embrio-embrio sebenarnya sangat berbeda satu sama lain...





Penelitian di tahun-tahun terakhir telah menunjukkan bahwa embrio-embrio dari spesies yang berbeda tidak saling mirip, seperti yang ditunjukkan Haeckel. Perbedaan besar di antara embrio-embrio mamalia, reptil, dan kelelawar di atas adalah contoh nyata hal ini
Science menjelaskan bahwa, demi menunjukkan bahwa embrio-embrio memiliki kemiripan, Haeckel sengaja menghilangkan beberapa organ dari gambar-gambarnya atau menambahkan organ-organ khayalan. Belakangan, di dalam artikel yang sama, informasi berikut ini diungkapkan:
Bukan hanya menambahkan atau mengurangi ciri-ciri, lapor Richardson dan para sejawatnya, namun Haeckel juga mengubah-ubah ukuran untuk membesar-besarkan kemiripan di antara spesies-spesies, bahkan ketika ada perbedaan 10 kali dalam ukuran. Haeckel mengaburkan perbedaan lebih jauh dengan lalai menamai spesies dalam banyak kesempatan, seakan satu wakil sudah cermat bagi keseluruhan kelompok hewan. Dalam kenyataannya, Richardson dan para sejawatnya mencatat, bahkan embrio-embrio hewan yang berkerabat dekat seperti ikan cukup beragam dalam penampakan dan urutan perkembangannya.
Artikel Science membahas bagaimana pengakuan-pengakuan Haeckel atas masalah ini ditutup-tutupi sejak awal abad ke-20, dan bagaimana gambar-gambar palsu ini mulai disajikan sebagai fakta ilmiah di dalam buku-buku acuan:
Pengakuan Haeckel lenyap setelah gambar-gambarnya kemudian digunakan dalam sebuah buku tahun 1901 berjudul Darwin and After Darwin (Darwin dan Sesudahnya) dan dicetak ulang secara luas di dalam buku-buku acuan biologi berbahasa Inggris.
Singkatnya, fakta bahwa gambar-gambar Haeckel dipalsukan telah muncul di tahun 1901, tetapi seluruh dunia ilmu pengetahuan terus diperdaya olehnya selama satu abad.
TATKALA MANUSIA MENCARI NENEK MOYANGNYA
Walaupun para evolusionis tidak berhasil menemukan bukti ilmiah untuk mendukung teori mereka, mereka sangat berhasil dalam satu hal: propaganda. Unsur paling penting dari propaganda ini adalah gambar-gambar palsu dan bentuk tiruan yang dikenal dengan "rekonstruksi".
Rekonstruksi dapat diartikan sebagai membuat lukisan atau membangun model makhluk hidup berdasarkan satu potong tulang yang ditemukan dalam penggalian. "Manusia-manusia kera" yang kita lihat di koran, majalah atau film semuanya adalah rekonstruksi.
Ketika mereka tidak mampu menemukan makhluk "setengah manusia setengah kera" dalam catatan fosil, mereka memilih membohongi masyarakat dengan membuat gambar-gambar palsu.
Persis seperti pernyataan evolusionis yang lain tentang asal-usul makhluk hidup, pernyataan mereka tentang asal-usul manusia pun tidak memiliki landasan ilmiah. Berbagai penemuan menunjukkan bahwa "evolusi manusia" hanyalah dongeng belaka. 

Darwin mengemukakan pernyataannya bahwa manusia dan kera berasal dari satu nenek moyang yang sama dalam bukunya The Descent of Man yang terbit tahun 1971. Sejak saat itu, para pengikut Darwin telah berusaha untuk memperkuat kebenaran pernyataan tersebut. Tetapi, walaupun telah melakukan berbagai penelitian, pernyataan "evolusi manusia" belum pernah dilandasi oleh penemuan ilmiah yang nyata, khususnya di bidang fosil.

Penemuan ini jelas menunjukkan pendapat tentang sifat-sifat perolehan yang terkumpul dari satu keturunan ke turunan berikutnya, sehingga memunculkan spesies baru, tidaklah mungkin. Dengan kata lain, mekanisme seleksi alam rumusan Darwin tidak berkemampuan mendorong terjadinya evolusi. Jadi, teori evolusi Darwin sesungguhnya telah ambruk sejak awal di abad ke-20 dengan ditemukannya ilmu genetika. Segala upaya lain dari para pendukung evolusi di abad ke-20 selalu gagal.



Teori evolusi menyatakan bahwa kelompok makhluk hidup yang berbeda-beda (filum) terbentuk dan berkembang dari satu nenek moyang bersama, dan berubah menjadi bentuk yang semakin berbeda satu sama lain seiring berlalunya waktu. Gambar paling atas menampilkan pernyataan ini, yang dapat digambarkan menyerupai proses percabangan pohon. Namun, fakta catatan fosil malah membuktikan kebalikannya. Sebagaimana diperlihatkan gambar paling bawah, beragam kelompok makhluk hidup muncul serentak dan tiba-tiba dengan ciri tubuh masing-masing yang khas. Sekitar 100 filum mendadak muncul di zaman Kambrium. Setelah itu, jumlah mereka menurun (karena punahnya sejumlah filum) , dan bukannya meningkat.
Penelitian yang paling diterima luas tentang asal usul kehidupan adalah percobaan yang dilakukan peneliti Amerika, Stanley Miller, di tahun 1953. (Percobaan ini juga dikenal sebagai “percobaan Urey-Miller” karena sumbangsih pembimbing Miller di University of Chicago, Harold Urey). Percobaan inilah satu-satunya “bukti” milik para evolusionis yang digunakan untuk membuktikan pendapat tentang “evolusi kimiawi”. Mereka mengemukakannya sebagai tahapan awal proses evolusi yang mereka yakini, yang akhirnya memunculkan kehidupan.
Melalui percobaan, Stanley Miller bertujuan membuktikan bahwa di bumi yang tak berkehidupan miliaran tahun lalu, asam amino, satuan molekul pembentuk protein, dapat terbentuk dengan sendirinya secara alamiah tanpa campur tangan sengaja apa pun di luar kekuatan alam. Dalam percobaannya, Miller menggunakan campuran gas yang ia yakini terdapat pada bumi purba (yang kemudian terbukti tidak tepat). Campuran ini terdiri dari gas amonia, metana, hidrogen, dan uap air. Karena gas-gas ini takkan saling bereaksi dalam lingkungan alamiah, ia menambahkan energi ke dalamnya untuk memicu reaksi antar gas-gas tersebut. Dengan beranggapan energi ini dapat berasal dari petir pada atmosfer purba, ia menggunakan arus listrik untuk tujuan tersebut.
Atmosfer purba yang Miller coba tiru dalam percobaannya tidaklah sesuai dengan kenyataan. Di tahun 1980-an, para ilmuwan sepakat bahwa seharusnya gas nitrogen dan karbon dioksidalah yang digunakan dalam lingkungan buatan itu dan bukan metana serta amonia.
Ilmuwan Amerika, J. P. Ferris dan C. T. Chen mengulangi percobaan Miller dengan menggunakan lingkungan atmosfer yang berisi karbon dioksida, hidrogen, nitrogen, dan uap air; dan mereka tidak mampu mendapatkan bahkan satu saja molekul asam amino. (J. P. Ferris, C. T. Chen, "Photochemistry of Methane, Nitrogen, and Water Mixture As a Model for the Atmosphere of the Primitive Earth," Journal of American Chemical Society, vol. 97:11, 1975, h. 2964.)
Terdapat sejumlah temuan yang menunjukkan bahwa kadar oksigen di atmosfer kala itu jauh lebih tinggi daripada yang sebelumnya dinyatakan para evolusionis. Berbagai penelitian juga menunjukkan, jumlah radiasi ultraviolet yang kala itu mengenai bumi adalah 10.000 lebih tinggi daripada perkiraan para evolusionis. Radiasi kuat ini dipastikan telah membebaskan oksigen dengan cara menguraikan uap air dan karbon dioksida di atmosfer.
Keadaan ini sama sekali bertentangan dengan percobaan Miller, di mana oksigen sama sekali diabaikan. Jika oksigen digunakan dalam percobaannya, metana akan teruraikan menjadi karbon dioksida dan air, dan amonia akan menjadi nitrogen dan air. Sebaliknya, di lingkungan bebas oksigen, takkan ada pula lapisan ozon; sehingga asam-asam amino akan segera rusak karena terkena sinar ultraviolet yang paling kuat tanpa perlindungan dari lapisan ozon. Dengan kata lain, dengan atau tanpa oksigen di bumi purba, hasilnya adalah lingkungan mematikan yang bersifat merusak bagi asam amino.
Anehnya, mengapa percobaan Miller masih saja dimuat di buku-buku pelajaran dan dianggap sebagai bukti penting asal usul kehidupan secara kimiawi? Ini sekali lagi menunjukkan betapa evolusi bukanlah teori ilmiah, melainkan keyakinan buta yang tetap dipertahankan meskipun bukti menunjukkan hal sebaliknya.
Kalangan masyarakat awam adalah yang umumnya tidak mengetahui kenyataan ini, dan menganggap pernyataan evolusi manusia didukung oleh berbagai bukti kuat. Anggapan yang salah tersebut terjadi karena masalah ini seringkali dibahas di media masa dan disampaikan sebagai fakta yang telah terbukti. Tetapi mereka yang benar-benar ahli di bidang ini mengetahui bahwa kisah "evolusi manusia" tidak memiliki dasar ilmiah.

sumber, http://lenteraahyar.blogspot.com/2008/12/teori-evolusi-charles-darwin_14.html 


   

    Popular Posts

    Cuaca Saonari

    bloguez.com

    Total Pengunjung

    Follow

    Kontributor/ Tim

    THE ART OF BATAK

    $6

    Nitip Link Blog PhotobucketPhotobucket

    Cari Blog Ini

    My Headlines

    Kurs

    Permanent Links